Masalah-masalah dalam Gangguan Rantai Pasokan dan Cara MelindungiMasalah-masalah dalam Gangguan Rantai Pasokan dan Cara Melindungi Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak tahun 2020 telah memberikan dampak gangguan pada dunia bisnis yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan membuat banyak perusahaan harus melakukan strategi yang cermat agar bisnis tetap berjalan melalui tindakan apa yang perlu dilakukan dalam menghadapi risiko-risiko yang dapat muncul.

Masalah-masalah dalam Gangguan Rantai Pasokan dan Cara Melindungi

Salah satu gangguan yang dialami adalah terkait dengan supply chain atau rantai pasokan. Dalam rantai pasokan diperlukan komunikasi yang baik dari pihak-pihak yang terkait dengan proses produksi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pendapatan serta memperhitungkan dampak yang dapat terjadi. Dibandingkan sebelum pandemi, dampak dari gangguan pada rantai pasokan tidak sama seperti dengan yang terjadi saat ini pada masa pandemi, dimana berdampak pada ketersediaan bahan baku produksi.

Gangguan akibat pandemi Covid-19 merupakan gangguan berskala global dan banyak pelaku usaha yang terpaksa menghentikan proses produksi karena kebutuhan bahan baku terbatas. Selain itu, belum ada kepastian kapan pandemi akan berakhir.

Rantai pasokan yang terhambat merupakan gangguan usaha yang harus dihadapi dan dikelola dengan baik agar bisnis tidak mengalami kerugian. Untuk itu, salah satu langkah yang dapat dilakukan perusahaan adalah dengan melaksanakan supply chain management.

Masalah umum dalam rantai pasokan

  1. Bencana alam

Bencana alam pada umumnya dapat menimbulkan dampak kerusakan menyeluruh terhadap infrastruktur transportasi dan logistik. Ini menyebabkan gangguan terhadap rantai pasokan akibat bencana alam yang terjadi. Bencana alam seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, gempa bumi, dan sebagainya tidak dapat diprediksi sehingga perusahaan harus mengidentifikasi kerusakan infrastruktur apa saja yang diakibatkan dari bencana alam tersebut dan memiliki rencana kontinjensi jika terjadi bencana alam.

  1. Masalah produk

Kualitas material produk menjadi hal penting dalam keberhasilan rantai pasokan. dan akan menentukan seberapa efisien dan efektif proses produksi. Material yang tidak sesuai dengan standar kualitas bisa mengakibatkan pemakaian material yang lebih boros untuk produksi dan mempengaruhi kualitas produk jadi. Padahal dalam proses rantai pasokan, kualitas material serta kualitas produk akan menentukan proses pengurusan customs clearance, karantina dan seleksi pemilihan material yang dapat menganggu proses pengiriman material maupun produk jadi secara keseluruhan.

  1. Permintaan konsumen yang tidak diprediksi

Memprediksi permintaan konsumen dalam siklus penjualan dalam waktu tertentu dapat menentukan seberapa banyak produk yang harus diproduksi dan berapa banyak material yang harus tersedia untuk proses produksi. Jika permintaan tidak sesuai prediksi maka dapat mengakibatkan kekeliruan dalam penetapan tingkat inventory. Kekeliruan sering kali terjadi karena permintaan konsumen yang tidak pasti.

  1. Perubahan kurs mata uang

Perubahan mata uang asing terhadap rupiah mempengaruhi stabilitas harga, perdagangan, investasi, serta perekonomian secara keseluruhan. Apabila perusahaan tidak melakukan identifikasi potensi risiko perubahan kurs mata uang asing maka akan berdampak terhadap rantai pasokan.

  1. Kejahatan siber

Perusahaan jasa di bidang teknologi, Dimension Data melaporkan bahwa 20% dari total serangan di dunia maya menyasar rantai pasokan di sektor bisnis. Berdasarkan laporan tersebut, rantai pasokan menjadi target utama karena adanya pertukaran informasi yang sensitif yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan pencurian data. Data yang dicuri berupa data rekan bisnis, konsumen, rekaman transaksi, maupun masalah tertentu yang terkait dengan bisnis. Perusahaan yang tidak memiliki sistem keamanan jaringan yang baik menjadi sasaran empuk para pelaku kejahatan siber.

Penerapan supply chain management

Dalam dunia bisnis, penerapan supply chain management menjadi hal yang penting untuk memudahkan perusahaan dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan dan membuat aktivitas produksi lebih tertata dengan baik.

Mekanisme yang terdapat di dalamnya mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, persediaan, serta pengiriman barang kepada pelanggan. Dengan penerapan supply chain management, maka proses perubahan bahan baku menjadi produk jadi menjadi lebih efisien.

Berikut komponen pada supply chain management.

  1. Upstream supply chain

Ini merupakan bagian hulu yang harus dipahami oleh pelaku bisnis, yakni bagaimana mendapatkan bahan yang digunakan untuk proses produksi. Bahan baku atau kebutuhan pokok tersebut didapat dari supplier yang jelas. Dengan kata lain upstream supply chain merupakan proses pengadaan barang dalam sebuah bisnis.

  1. Internal supply chain

Ini merupakan aktivitas bisnis yang mengubah bahan mentah yang didapat dari supplier menjadi barang jadi. Dalam proses ini, perusahaan melaksanakan internalsupply chain yakni dengan menekankan manajemen prosuksi, pabrikasi, serta pengendalian persediaan.

  1. Downstream supply chain

Ini merupakan kompenen terakhir dalam manajemen rantai pasokan dimana semua aktivitas bisnis yang terkait dengan pengiriman produk/jasa kepada pelanggan akhir. Biasanya proses pengiriman barang dari perusahaan kepada pelanggan dilakukan melalui eksternal distibutor.

Pentingnya asuransi gangguan usaha

Selain melaksanakan supply chain management, perusahaan juga harus memiliki pengelolaan risiko gangguan usaha yang baik mulai dari identifikasi risiko hingga cara meminimalisir dampak akibat risiko yang bisa terjadi.

Memiliki asuransi gangguan usaha adalah salah satu cara untuk meminimalisir risiko kerugian secara finansial. Produk asuransi ini memberikan jaminan kerugian atas hilangnya pendapatan keuntungan yang mungkin akan diperoleh, sebagai akibat dari risiko yang terjadi seperti kebakaran, bencana alam, terorisme, serangan dunia maya, maupun pandemi yang terjadi saat ini. Perusahaan dapat lebih tenang apabila terjadi gangguan usaha yang muncul.

Di sisi lain, memiliki pemahaman mengenai ekosistem jaringan pasokan dan ketahanan perusahaan dalam merespon berbagai gangguan dan dampaknya merupakan hal yang penting untuk kesuksesan bisnis. Bekerjasama dengan MARSH Indonesia dapat menjadi pilihan terbaik bagi pelaku usaha. Sebagai konsultan manajemen risiko, tim spesialis di Marsh dapat membantu perusahaan dalam melakukan manajemen risiko rantai pasokan, mulai dari identifikasi risiko hingga memberikan solusi yang tepat sesuai dengan profil risiko dan industri bisnis. Marsh telah membantu mengelola risiko ribuan perusahaan baik skala kecil hingga besar di Indonesia, serta memberikan layanan konsultasi jika terjadi klaim.

Soruce:

https://industri.kontan.co.id/news/mengelola-gangguan-ranti-pasok-di-masa-covid-19

https://supplychainindonesia.com/manajemen-risiko-keamanan-rantai-pasok-saat-pandemi-covid-19/

https://proxsisgroup.com/wp-content/uploads/2019/08/SCM-1024×717-1024×717.jpg

https://mediaxplore.com/wp-content/uploads/2021/03/Masalah-masalah-dalam-Gangguan-Rantai-Pasokan-dan-Cara-Melindungi-300x178.jpghttps://mediaxplore.com/wp-content/uploads/2021/03/Masalah-masalah-dalam-Gangguan-Rantai-Pasokan-dan-Cara-Melindungi-90x90.jpgLief AzafaSosiagoUmumAsuransi,Informasi,Pengetahuan,SosiagoMasalah-masalah dalam Gangguan Rantai Pasokan dan Cara Melindungi - Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak tahun 2020 telah memberikan dampak gangguan pada dunia bisnis yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan membuat banyak perusahaan harus melakukan strategi yang cermat agar bisnis tetap berjalan melalui tindakan apa yang perlu dilakukan dalam menghadapi...Portal Media Informasi

Yuk di Share Jika Suka dengan Artikel Diatas