Di Indonesia, kelinci menjadi salah satu komoditas yang cukup bisa diandalkan untuk pemenuhan asupan protein masyarakatnya. Jenis kelinci pedaging memang banyak diminati, salah satu olahan kelinci yang paling terkenal adalah sate kelinci.

Sate kelinci ini paling banyak dijumpai di daerah-daerah wisata dataran tinggi. Selain rasanya yang nikmat, sate kelinci diminati karena tidak memicu kambuhnya gangguan kesehatan, seperti darah tinggi/hypertensi.

jenis kelionci pedaging

Oleh sebab itulah, kelinci menjadi salah satu komoditas daging yang potensial untuk diternakkan. Kira-kira, jenis kelinci apa saja yang layak diternakkan sebagai kelinci pedaging ya? Yuk simak penjelasan berikut ini:

  1. Kelinci New Zealand

Kelinci new zealand menjadi salah satu jenis kelinci pedaging yang sangat terkenal. Tidak mengherankan mengapa jenis ini bisa menjadi primadona para peternak kelinci pedaging.

Ukuran tubuhnya yang bongsor/besar, rasanya yang nikmat dan permintaan pasar yang tinggi menjadi alasan utamanya. Jenis kelinci new zealand memiliki ciri-ciri bulu berwarna putih bersih dengan mata berwarna merah dan badan yang besar.

Wajar saja kelinci new zealand memiliki tubuh yang besar, karena kelinci ini merupakan persilangan antara kelinci dari amerika dengan kelinci flemish giant. Selain putih, kelinci new zealand ini terdapat beberapa ras, yaitu, ras kelinci new zealand red, ras kelinci new zealand white, ras kelinci new zealand black, ras kelinci new zealand broken, ras kelinci new zealand gold tipped steel dan ras kelinci new zealand chestnut oguti.

  1. Kelinci Californian

Jenis kelinci kedua untuk pedaging adalah kelinci californian. Jenis kelinci californian ini sekilas tampak mirip dengan kelinci himalayan, karena motifnya yang mirip. Cara membedakan keduanya adalah dari ukuran tubuhnya yang cukup berbeda.

Sesuai namanya, kelinci californian ini memang berasal dari negara Amerika. Jenis kelinci ini merupakan hasil persilangan dari kelinci himalayan, New zealand white dan chincilia.

Kelinci californian memiliki keunggulan produktivitas tinggi (cepat besar), cepat matang secara seksual, dan cepat berproduksi (cepat menghasilkan keturunan). Selain itu, jenis kelinci californian ini bisa mencapai berat antara 3,5-5 kg/ekor.

  1. Kelinci Flemish Giant

Kelinci flemish giant atau kelinci raksasa flemish berasal dari belgia, tepatnya dari daerah flanders. Kelinci flemish giant biasa dimanfaatkan sebagai kelinci pedaging sekaligus untuk diambil bulunya, karena memiliki bulu berwarna warni seperti kuning, abu-abu, atau coklat yang tebal dan sangat halus.

Meski awalnya diminati sebagai kelinci konsumsi dan untuk diambil bulunya, kini jenis Kelinci flemish giant juga banyak diminati untuk kelinci hias, berkat tampilan bulunya yang begitu indah. Selain itu, perangainya yang lucu dan jinak menjadi daya tarik penting jenis ini untuk dijadikan kelinci hias.

Sesuai namanya kelinci raksasa flemish atau kelinci flemish giant, jenis ini merupakan jenis kelinci terbesar yang kini ada di Indonesia. Ini dibuktikan dari ukurannya yang bisa mencapai 50 cm, dengan berat badan antara 6,5 kg-12 kg/ekor.

Meski sangat potensial untuk dijadikan kelinci pedaging, sayangnya indukan jenis kelinci flemish giant ini memiliki harga yang cukup mahal. Satu pejantan asli/murni kelinci flemish giant dibandrol dengan harga Rp.1.500.000-2.500.000.

Tentu saja, harga tersebut sangat sebanding dengan keuntungan yang didapat ya.. Jadi, Anda tak perlu ragu membudidayakan kelinci jenis ini.

Baca Juga : 7 Langkah Sukses Ternak Lovebird Dijamin Untung Berlipat

  1. Kelinci American Chinchilla

Kelinci american chinchilla atau biasa disebut kelinci chinchilla juga merupakan jenis kelinci yang berasal dari amerika, atau american rabbit. Kelinci american chinchilla ini dinamakan sesuai dengan tampilan bulunya yang berwarna perak.

Kelinci american chinchilla ini memiliki 2 macam ras, yaitu Kelinci american chinchilla berwarna abu-abu perak dengan aksen putih dan Kelinci american chinchilla dalam versi agouti dengan aksen warna cokelat.

Hampir sama dengan kelinci flemish giant, Kelinci american chinchilla juga memiliki 2 fungsi, yaitu kelinci pedaging dan fashion (diambil bulunya). Ini dikarenakan bulunya yang lebat, lembut dan berwarna indah.

Alasan Kelinci american chinchilla ini diminati sebagai kelinci pedaging adalah karena ukurannya yang besar. Secara umum, jenis kelinci ini dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:

1.Kelinci american chinchilla tipe standar.

Kelinci american chinchilla tipe standar ini merupakan jenis yang paling kecil. Karena berat dewasanya hanya 2,5-3.0 kg saja.

2. Kelinci american chinchilla tipe besar.

Kelinci american chinchilla tipe besar adalah jenis kelinci yang umum menjadi kelinci pedaging. Pada jenis ini, kelinci bisa memiliki bobot antara 4,5 kg-5,0 kg.

3.Kelinci american chinchilla tipe raksasa

Kelinci american chinchilla tipe raksasa atau giant adalah yang plaing potensial untuk dijadikan kelinci pedaging. Sebab, pada kelinci jenis ini, bobotnya bisa mencapai 7.0 kg.

  1. Kelinci Bligon

Kelinci pedaging selanjutnya adalah kelinci bligon. Jenis kelinci bligon ini merupakan percampuran antara kelinci lokal dan kelinci dari Australia.

Ciri-ciri kelinci ini adalah wajah yang lonjong, badan panjang, perut buncit, kuping besar serta ukuran yang cukup besar. Warna dari jenis kelinci bligon ini cukup bervariasi, mulai dari abu-abu, coklat pudar, kehitaman, dan lainnya.

Alasan kenapa jenis kelinci bligon ini menjadi salah satu rekomendasi kelinci pedaging adalah karena ukurannya yang cukup besar, yaitu bisa mencapai >5 kg. Selain itu, jenis kelinci ini juga cukup banyak diminati untuk ternak kelinci pedaging karena perawatannya yang mudah dan adaptif terhadap kondisi lingkungan.

Nah, itulah rekomendasi jenis-jenis kelinci pedaging yang bisa Anda coba untuk dibudidayakan sebagai kelinci pedaging. Jangan sampai salah memilih kelinci himalayan, kelinci holland, kelinci fuzzy lop, kelinci dutch, kelinci rex, kelinci netherland dwarf, ataupun kelinci holland lop sebagai kelinci pedaging ya..

Manapun pilihan Anda, jangan lupa untuk ternak kelinci pedaging Anda dengan baik dan pemberian nutrisi yang cukup ya. Salah satu cara merawat kelinci yang baik adalah dengan memberikan suplemen organik secara teratur dan pakan yang bergizi.

 

 

 

Yuk di Share Jika Suka dengan Artikel Diatas

https://mediaxplore.com/wp-content/uploads/2020/04/jenis-kelinci-pedaging-259x178.jpg https://mediaxplore.com/wp-content/uploads/2020/04/jenis-kelinci-pedaging-90x90.jpg Eka CarolAdvertorialkelinci pedagingDi Indonesia, kelinci menjadi salah satu komoditas yang cukup bisa diandalkan untuk pemenuhan asupan protein masyarakatnya. Jenis kelinci pedaging memang banyak diminati, salah satu olahan kelinci yang paling terkenal adalah sate kelinci. Sate kelinci ini paling banyak dijumpai di daerah-daerah wisata dataran tinggi. Selain rasanya yang nikmat, sate kelinci diminati...Portal Media Informasi