Bahaya AromaTherapyBahaya AromaTherapy – Aroma terapi sudah dipakai selagi beratus-ratus tahun untuk menawarkan efek relaksasi. Terlepas manfaatnya bagi tubuh, penggunaan aromaterapi nyatanya menyimpan efek kurang baik yang bisa membahayakan kesehatan.

Secara gamblang, aromaterapi merupakan pengunaan minyak-minyak flora yang mudah menguap, tergolong minyak esensial. Aromaterapi dipakai untuk kebutuhan fisik maupun fisiologis. Kata aromaterapi baru mulai diperkenalkan seusai abad ke-20, tetapi pondasi dari bau terapi telah ada semenjak beribu-ribu tahun yang lalu. Penggunaan minyak esensial telah sempat dipakai bahkan sampai seribu tahun yang lalu.

Bangsa Cina, populer telah menggunakan flora beraroma sebagai kebudayaan mereka, serta dipakai untuk kebaikan (kesejahteraan) jiwa serta raga. Bangsa Cina menggunakannya dengan membakar dupa untuk menciptakan keadaan yang berimbang serta penuh harmoni.

Beberapa abad setelahnya, bangsa Mesir kemudian menciptakan mesin distilasi yang belum sempurna. Mesin ini dapat mengeluarkan minyak dari pohon Cedar. Beberapa pendapat berkata bahwa teknik distilasi ini telah sempat dipakai oleh bangsa India serta bangsa Persia (kini Iran), tetapi sedikit bukti yang menandakan faktor itu.

Penelitian di Fakultas Ilmu Farmasai, Universitas Chia-Nan, Taiwan, menyebut bahwa penggunaan bau terapi cenderung lebih tidak sedikit bahayanya dibandingkan efek positifnya. Ekstrak bau yang biasa dilarutkan dalam bak mandi, minyak pijat, alias diruapkan dengan panas tersebut akan bereaksi dengan udara memproduksi partikel pemicu iritasi.

Bahkan, dikala zat yang juga dikenal sebagai minyak esensial itu yang dipakai untuk material pijat di spa, konsentrasi partikel berbahaya itu bisa meningkat 10 kali lipat.

Menurut para peneliti, bau terapi mengandung zat kimia tertentu berupa senyawa organik yang mudah menguap. Senyawa inilah yang akan bercampur dengan udara membentuk aerosol organik sekunder. Yakni partikel sangat kecil yang bisa mengiritasi mata, hidung serta tenggorokan. Dalam konsentrasi tertentu, bisa menyebabkan sakit kepala, mual, bahkan kerusakan pada hati serta ginjal.

Penelitian dilakukan dengan mengukur besar serta jumlah partikel-partikel yang dilepaskan ketika seseorang melakukan pijat aromaterapi di kawasan spa. Hasilnya serupa dengan penelitian sebelumnya ketika seseorang membakar aromaterapi di rumah serta kantor, walau level pelepasan partikelnya tidak sama.

Peneliti memeringatkan bahwa efek kurang baik itu tidak boleh diabaikan. Mereka menyebut minyak lavender, batang teh, peppermint, lemon, serta eucalyptus, sebagai minyak esensial yang menghasilkan partikel paling berbahaya.

“Kami sudah membandingkan level partikel berbahaya dari sejumlah aromaterapi dan minyak herbal. Kesimpulannya bahwa tata letak dan ventilasi di ruang spa juga memengaruhi kadar polutan di dalam ruangan selama pemijatan dengan aromaterapi,” kata peneliti, seperti dikutip dari Daily Mail.

Meski ada bukti ilmiah yang menandakan efek aromaterapi untuk meredakan sakit serta menambah kekebalan tubuh, tetapi ada pendapat yang menyebut aromaterapi mempunyai efek plasebo yang membikin seseorang tersugesti merasa relaks seusai menciup ruap aromaterapi.

Yuk di Share Jika Suka dengan Artikel Diatas

Bahaya AromaTherapyLief AzafaLifestyleGaya Hidup,Informasi,PengetahuanBahaya AromaTherapy - Aroma terapi sudah dipakai selagi beratus-ratus tahun untuk menawarkan efek relaksasi. Terlepas manfaatnya bagi tubuh, penggunaan aromaterapi nyatanya menyimpan efek kurang baik yang bisa membahayakan kesehatan. Secara gamblang, aromaterapi merupakan pengunaan minyak-minyak flora yang mudah menguap, tergolong minyak esensial. Aromaterapi dipakai untuk kebutuhan fisik maupun fisiologis. Kata...Portal Media Informasi