10 November Bukan Hanya Memperingati Hari Pahlawan Tapi Sebagai Pemulihan Pendidikan Karakter10 November Bukan Hanya Memperingati Hari Pahlawan Tapi Sebagai Pemulihan Pendidikan Karakter – 10 November adalah hari Pahlawan Nasional, momentum ini diambil sesuai dengan perjuangan pahlawan yang dikenal sebagai peristiwa 10 November tahun 1945 di Surabaya, 70 tahun sudah kita memperingati hari Pahlawan, bukan hanya memperingati tapi juga bentuk imlementasi yang memiliki nilai-nilai kepahlawanan,sepeti bentuk cinta tanah air, patriotism, rela berkorban, ikhlas, kejujuran, dan bertanggung jawab.

Nilai kepahlawanan ini bentuk teori harus sudah di tanamkan pada usia dini yang direalisasikan pada mata pelajaran Pkn (pendidikan Kewarganegaraan) dimana membahas tentang sejarah, peradaban dan ilmu Sosial bangsa Indonesia. Penanaman ini adalah salah satu bentuk dari pendidikan karakter yang harus ditanamkan untuk seluruh rakyat Indonesia. Tapi fakta yang terjadi pendidikan karakter sering diduakan dari pada pendidikan ilmu pengetahuan yang selalu diprioritaskan.

Baca Juga >> Pendidikan Masa Lalu dan Sekarang

Padahal dalam pasal 3 UU Sisdiknas Th 2003 menyatakan bahwa “ Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bentanggung jawab”.

Tapi realisasinya sistem pendidikan yang berada di Indonesia lebih menjunjung tinggi nilai intelektualitas, sangat bertolak belakang dengan esensi dari Undang-Undang yang menjadi landasan. Sehingga banyak sekali terjadi kerapukan karakter dan bobroknya moral, dan mirisnya bila terjadi diantara orang-orang yang dianggap cerdas dan dapat bertanggung jawab, seperti maraknya terjadinya korupsi oleh para pejabat negara. Maraknya terjadi tawuran antar pelajar atau mahasiswa bahkan yang lebih parah terjadinya kekisruhan antar anggota DPR. Keegoisan dan rendahnya sifat spiritual adalah indikasi rusaknya Karakter dan Moral bangsa.

Maka dari itu pengembalian esensi Undang-Undang harus dilakukan, UU dibuat bukan hanya sebagai syarat berdirinya negara tapi sebagai landasan dalam bentuk orientasi kebijakan. Jika pondasi kehidupan seseorang rusak maka runtuhlah kehidupan seseorang itu, Jika karakter seseorang sudah rusak maka kekayaan, kekuasaan, kecerdasan akan musnah sesuai dengan waktunya.

Yuk di Share Jika Suka dengan Artikel Diatas

Memperingati Hari PahlawanLief AzafaPendidikanInformasi,Pendidikan,Pengetahuan10 November Bukan Hanya Memperingati Hari Pahlawan Tapi Sebagai Pemulihan Pendidikan Karakter - 10 November adalah hari Pahlawan Nasional, momentum ini diambil sesuai dengan perjuangan pahlawan yang dikenal sebagai peristiwa 10 November tahun 1945 di Surabaya, 70 tahun sudah kita memperingati hari Pahlawan, bukan hanya memperingati tapi juga bentuk...Portal Media Informasi